11 Things I Want To Remember from This Pregnancy

11 Things I Want To Remember from This Pregnancy

Time does fly. Tanpa terasa kehamilan ini sudah berjalan selama 38 minggu. Sebentar lagi insyaAllah ketemu dengan makhluk yang selama ini menendang dari dalam, menyodok dengan siku atau tangannya sampai membuat perut bergoyang. Banyak sekali yang sebenarnya ingin saya ceritakan tentang kehamilan ini. Selama beberapa minggu terakhir sebelum kelahiran semoga punya kesempatan untuk menulis lebih panjang. Kehamilan [...]

Menakar Empat Minggu

Menakar Empat Minggu

Sewaktu masih SD, Ayah yang sedang pendidikan lanjut harus meninggalkan rumah selama satu bulan untuk kerja praktek. Satu bulan buat saya yang masih kecil itu rasanya panjang tak berliku. Yang ada di otak waktu itu adalah tiga puluh hari rasa liburan caturwulan. Sudah bangun siang, nonton kartun banyak, baca buku dan tidur-tiduran hari belum juga [...]

Soal Lelaki yang Miskin Kata ‘Jangan’

Soal Lelaki yang Miskin Kata ‘Jangan’

Baru dua kali dia berkata 'Jangan' saat menanggapi keinginan random yang saya ucapkan. Kata 'Jangan' yang pertama adalah, "Jangan terlalu banyak. Satu-satu. Nanti pusing kepalamu." Sisanya? Hampir tidak ada larangan yang pernah keluar dari mulutnya. Setiap saya datang dengan cerita menggebu-gebu, dia melihat saya dengan tatapan semi datar dan senyum melengkung seperti bulan sabit. Tidak [...]

Aku Tidak Ingin Melahirkan Anak-Anakmu

Maaf Sayang, tapi aku tidak ingin melahirkan anak-anakmu. Adalah sebuah kesia-siaan mengejan sampai hampir mati demi generasi yang lebih kenal Hot Wheels dibanding Malin Kundang atau Enid Blyton. Jujur aku belum siap kita membersamai tumbuhnya manusia yang menganggap gesekan kertas tidak lagi seksi. Layar 5,5 inci dengan resolusi ribuan pixel jadi sesuatu yang lebih dicari. [...]

Jalan Sepi

Jalan Sepi

Beberapa hari lalu untuk kali pertama selama hampir 1,5 tahun akhirnya saya bertengkar hebat dengan pasangan. Pertengkaran itu bukan soal terlambat memberi kabar. Atau tentang kecemburuan yang tidak bisa dikendalikan. Ledakan emosi yang membuat kami bisa berkata, "Apa-apa kayaknya nggak ada yang bener deh..." malah disebabkan oleh pekerjaan. Singkat cerita dia mengkritik keputusan saya. Dengan cara [...]

Rumah

Rumah

Dahulu sekali kamu sudah menyiapkan sore beserta serentetan acara agar kita nyaman bersama. Sofa kau rapikan. Playlist sudah disiapkan. Bahkan kamu punya rencana A, B, dan C demi jaga-jaga kalau aku bosan. Kali itu kamu mengundangku untuk duduk di sofa. Tapi aku memilih membuka karpet lalu duduk santai di depan TV. Aku tahu itu kode waktu [...]

Piece by Piece

Terima kasih sudah datang dengan pelan-pelan saja. Terima kasih sudah mengambil waktu 12 bulan untuk menunggu balasan pesan tiba. Terima kasih untuk perkataan, "Iya. Silakan dipikir dulu." di pertemuan kedua kita. Terima kasih masih selalu memberi ruang setiap saya masih ingin Yada-yada. Sesuatu yang tidak tergesa-gesa biasanya lebih bertahan lama kan?