Cinta Pelok

Hari menjelang senja. Saya baru pulang dari lereng Merapi, setelah hampir setengah hari berjibaku melawan panas demi beberapa detik potongan video dan catatan wawancara dengan penduduk sekitar. Hati sempat tergerak untuk mampir ke kafe, duduk diam sendiri disana untuk menuntaskan tanggungan tulisan. Tapi entah kenapa sore ini saya hanya ingin cepat pulang. Selain sudah terlampau [...]

Guna Akal

Terkadang, di sela jalan lima menit menuju kampus ada sedikit namamu terselip di langkah kaki. Terkadang, di tengah kelas Jepang yang menguras energi kamu jadi contoh kalimat yang sesungguhnya bodoh setengah mati. Sudah sekian warsa, dan belum juga lupa. Beratus hari tak bersua muka, ternyata rindu juga. Aku tahu semua harus berubah, ada hal-hal yang [...]

Pemikiran Random

Hidup saya saat ini dipenuhi beberapa rutinitas: kuliah, Kampung Halaman, IIS, dan yang terbaru KUI. Maka beginilah cara saya mengatur waktu setiap hari. Pagi sampai jam 12 kuliah, selepas makan siang ke IIS bila diperlukan, sekitar jam 1 berpindah ke KUI sampai selepas Maghrib. Badha Isya saya mengumpulkan sisa tenaga untuk bersenang-senang di Kampung Halaman. [...]

Belajar Takut

"Jangan takut gagal"  "Kenapa takut? Kamu pasti bisa!' Semua kata-kata penyemangat itu sudah kerap mampir di telinga. Kian dewasa, kita memang makin dituntut untuk jadi pemberani. Lingkungan memaksa kita untuk menantang diri, mencoba semua hal baru dengan penuh nyali.   Tapi, apa yang salah dengan rasa takut? Bukankah takut adalah hal paling manusiawi yang bisa [...]

Tentang Penerimaan

Ada satu yang sungguh, sungguh saya syukuri di sini. Belajar satu lagi pelajaran hidup. Menerima.     Jepang dan Impian Jepang adalah negara tujuan saya selepas SMU. Dengan idealisme masa muda yang masih menggebu, saat itu saya tak mau studi di Indonesia. Harus keluar dari rumah, mandiri. Membangun hidup di negara orang. MPC (Mbuh Piye [...]

Bibir Jeruk. Sepatu Lumpur

(Disaksikan kaus kaki belang-belang ku, dan sepatu penuh lumpur mu.) Siang yang kasual. Cukup ada peluk dari belakang, plus sedikit ke-kita-an. Rasa jeruk dari bibirmu merubah padanan kata surga. Lilin dan bunga goyang eksistensinya. Bergelung di bawah selimut tebal. Betis bersinggungan. Dunia berhenti sesaat di sisi ranjang.   Kupastikan minggu ini lagi-lagi kamu lupa bercukur. [...]

Memungut Rindu

Kemarin kupungut rindu yang tercecer di halaman depan kamarku. Warnanya merah bata.   Seperti kamu. Yang sok kuat tapi tetap butuh dibantu.   Kemarin kupungut rindu yang tercecer di halaman depan kamarku. Sekilas tercium samar wangi yang kerap menyeruak dari belakang lehermu. Hangat, sekaligus membuat sendu.   Kemarin kupunguti rindu yang telah lama menunggu Ia [...]