Setelah Jadi Isi Roti Lapis Diantara Lenganmu

Beberapa malam lalu sepulang dari menonton Cahaya Dari Timur tiba-tiba aku menangis karena teringat kamu. Entah bagaimana film itu mengingatkanku padamu. Aku berpikir, bagaimana kehidupanmu. Siapa yang mengurus keperluan kecilmu, apakah kamu baik-baik saja. Dan ujungnya, aku hanya bisa berdoa agar Tuhan menjagamu. Esoknya, entah bagaimana Dia kembali bercanda. Siang itu aku menjadi isi kue [...]

Sebab JalanMu Sedemikian Sempurnanya Untuk Mampu Dibaca

Terkadang di malam-malam seperti sekarang aku terpekur mendapati bagaimana kehidupan berjalan selama ini. Anehnya, gilanya, bahagianya, kejutannya -- semua. Sempat dahulu, beberapa saat aku merasa dilepas, seperti anak burung yang dibebaskan dari sangkar. Seakan tuan dan induknya tidak peduli pada kelangsungan nasibku. Hari hanya berjalan tanpa arah yang pasti. Rutinitas dijalani dengan hati yang tak terisi. Dulu, aku pernah [...]

Pada Akhirnya

Dan pada akhirnya, yang tertakdirkan tak akan pernah ingkar janji. Ia selalu menemukan jalannya untuk mengurai benang kusut yang nampak tak mungkin terhindari. Dia, mendengar kata hati mereka yang mengasihi. Dia, tak pernah ingin kita terjerumus dalam kubangan sakit dan dosa tanpa henti. Aku pergi. Kau, kumohon jangan kembali lagi. Barangkali kita hanya ditakdirkan saling [...]

Cinta Pelok

Hari menjelang senja. Saya baru pulang dari lereng Merapi, setelah hampir setengah hari berjibaku melawan panas demi beberapa detik potongan video dan catatan wawancara dengan penduduk sekitar. Hati sempat tergerak untuk mampir ke kafe, duduk diam sendiri disana untuk menuntaskan tanggungan tulisan. Tapi entah kenapa sore ini saya hanya ingin cepat pulang. Selain sudah terlampau [...]

Guna Akal

Terkadang, di sela jalan lima menit menuju kampus ada sedikit namamu terselip di langkah kaki. Terkadang, di tengah kelas Jepang yang menguras energi kamu jadi contoh kalimat yang sesungguhnya bodoh setengah mati. Sudah sekian warsa, dan belum juga lupa. Beratus hari tak bersua muka, ternyata rindu juga. Aku tahu semua harus berubah, ada hal-hal yang [...]

Pemikiran Random

Hidup saya saat ini dipenuhi beberapa rutinitas: kuliah, Kampung Halaman, IIS, dan yang terbaru KUI. Maka beginilah cara saya mengatur waktu setiap hari. Pagi sampai jam 12 kuliah, selepas makan siang ke IIS bila diperlukan, sekitar jam 1 berpindah ke KUI sampai selepas Maghrib. Badha Isya saya mengumpulkan sisa tenaga untuk bersenang-senang di Kampung Halaman. [...]

Belajar Takut

"Jangan takut gagal"  "Kenapa takut? Kamu pasti bisa!' Semua kata-kata penyemangat itu sudah kerap mampir di telinga. Kian dewasa, kita memang makin dituntut untuk jadi pemberani. Lingkungan memaksa kita untuk menantang diri, mencoba semua hal baru dengan penuh nyali.   Tapi, apa yang salah dengan rasa takut? Bukankah takut adalah hal paling manusiawi yang bisa [...]

Tentang Penerimaan

Ada satu yang sungguh, sungguh saya syukuri di sini. Belajar satu lagi pelajaran hidup. Menerima.     Jepang dan Impian Jepang adalah negara tujuan saya selepas SMU. Dengan idealisme masa muda yang masih menggebu, saat itu saya tak mau studi di Indonesia. Harus keluar dari rumah, mandiri. Membangun hidup di negara orang. MPC (Mbuh Piye [...]

Bibir Jeruk. Sepatu Lumpur

(Disaksikan kaus kaki belang-belang ku, dan sepatu penuh lumpur mu.) Siang yang kasual. Cukup ada peluk dari belakang, plus sedikit ke-kita-an. Rasa jeruk dari bibirmu merubah padanan kata surga. Lilin dan bunga goyang eksistensinya. Bergelung di bawah selimut tebal. Betis bersinggungan. Dunia berhenti sesaat di sisi ranjang.   Kupastikan minggu ini lagi-lagi kamu lupa bercukur. [...]